Submit Dates

Jump to a point in the index:
Now showing items 816-820 of 1605

POLITENESS IN USING MANDAILINGNESE PERSONAL SUBJECT PRONOUNS IN MEDAN

Tanjung, Surya Ningsih () 2021

Surya Ningsih Tanjung. 17-01-1672. Politeness in Using Mandailingnese Personal Subject Pronouns. English Department. Faculty of Language and communication (FBK) Universitas Harapan Medan. This research aims to explain and reveal Politeness in Using Mandailingnese Personal Subject Pronouns by trying to find out of the types, the way and the reason of used mandailingnese personal subject pronouns mostly by people in Medan around Lingkungan Kelurahan Bantan Timur. The theory of this research used Leech (2014) Brown&Levinson (1987) theory. This research took 25 respondent and conducted quantitatively. The data was collected by using questionnaire that distributed to different people. The finding of this research shows that Mandailingnese Personal Subject Pronouns are mostly used by people live at Lingkungan Kelurahan Bantan Timur. The First Personal Subject Pronouns Au/Ku with 89 times chosen (51%), Second Personal Subject Pronouns Ho/Hamu/Amu with 118 times chosen (67%), Third Personal Subject Pronouns Ia/Halai with 115 times chosen (65%). The reason why people live at Lingkungan Kelurahan Bantan Timur use Mandailingnese Personal Subject Pronouns are determine by gender, situation, age and familiarity. The reason of people using Mandailingnese Personal Subject Pronouns were making no distance/gap, adapting the situation, knowing the rules of communication and learning from family also the findings of this research revealed that four parameters of politeness influenced chosen of pronouns, and the use of the pronouns of Mandailing People itself influenced the level of politeness.

ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL DIBENGKEL YAMAHA LARIS MOTOR MENGGUNAKAN METODE CARDIOVASCULAR LOAD (CVL) DAN METODE DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE (DRAWS)

Andrian, Nuar () 2023

Bengkel Yamaha laris motor adalah bengkel yang melayani servis dan perbaikan sepeda motor, adanya tuntutan kerja yang tinggi untuk mencapai target perbaikan. Sehingga menimbulkan resiko dari pekerjaannya, mengakibatkan beban kerja tersendiri bagi mekanik. Dengan kata lain bahwa setiap pekerjaan merupakan beban bagi yang bersangkutan. Beban tersebut dapat berupa beban fisik maupun beban mental. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui beban kerja fisik dan beban kerja mental yang diterima oleh mekanik dibengkel Yamaha Laris Motor dan usulan perbaikan untuk mengurangi beban kerja yang diterima oleh mekanik tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Cardiovascular Load (CVL), dan metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS). Hasil pengukuran beban kerja fisik menggunakan metode CVL diperoleh nilai tertinggi adalah mekanik 2 dengan nilai 50,717% dengan tingkat pembebanan 2 dengan keterangan “Diperlukan perbaikan”, dan nilai terendah diperoleh mekanik 3 dengan nilai 6,663% dengan tingkat pembebanan 1 dengan keterangan “Tidak terjadi kelelahan”. Sedangkan untuk hasil pengukuran beban kerja mental dari hasil perhitungan metode DRAWS, Beban kerja yang dialami oleh ke-4 mekanik bersifat Overload atau tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 64,895%, menandakan bahwasannya perlu adanya perbaikan sistem kerja untuk melakukan perbaikan sepeda motor. Kata kunci: Beban kerja, Cardiovascular Load (CVL), Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS)

PENGARUH SOSIALISASI PERPAJAKAN, PENGETAHUAN PERPAJAKAN DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI KPP PRATAMA MEDAN POLONIA DENGAN KESADARAN WAJIB PAJAK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Arofhy, Muhammad Rangga () 2021

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi dengan kesadaran wajib pajak sebagai variabel intervening di KPP Pratama Medan Polonia. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Medan Polonia.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi perpajakan, dan pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kesadaran wajib pajak, sedangkan sanksi pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kesadaran wajib pajak. sanksi pajak dan kesadaran wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan Sosialisasi perpajakan, pengetahuan perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Kesadaran wajib pajak tidak dapat mengintervening sosialisasi perpajakan, pengetahuan perpajakan dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Kata Kunci: Sosialisasi Perpajakan, Pengetahuan Perpajakan, Sanksi Pajak,Kesadaran Wajib Pajak dan Kepatuhan Wajib Pajak

TERAMPIL MENGGUNAKAN PERKAKAS

ir.junaidi, m.m., m.t ahmad yanie, st., mt mhd arifin, s.t., m.t sarjana, st., m.t () 2023

Dalam proses pemotongan ,pahat potong bergerak relatif terhadap benda kerja dan memembuang (memisahkan) sebagian dari material benda kerja, yang lazim disebut tatal (chip). Bagian dari pahat potong yang makan kedalam material benda kerja disebut elemen pemotongan (cutting element) dari pahat. Proses bubut adalah proses permesinan untuk menghasilkan bagian-bagian mesin pada umumnya berbentuk silindris. Prinsip dasarnya adalah proses permesinan permukaan luar dandalam silindris seperti poros, lubang/bor, ulir, dan tirus. Dalam permesinan poros berfungsi untuk mentrasmisikan daya dan putaran ,sesuai dengan fungsinya poros dirancang agar kuat dan kokoh dalam menerima beban yang ditanggungnya, poros mempunyai kekuatan dan kekerasan sehingga material yang digunakan poros dibuat dari baja karbon S 45 C

PENERAPAN METODE VALUE STREAM MAPPING (VSM) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK PERBAIKAN PROSES PRODUKSI PADA CV TANINDO SEJATI

Rudiyanto () 2023

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan meminimalkan waste (pemborosan) waktu dalam proses produksi di CV. Tanindo Sejati, terutama pada stasiun sortasi Tandan Buah Segar (TBS) dan sterilizer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Value Stream Mapping (VSM) dan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA).Hasil identifikasi menunjukkan bahwa waste waiting (delay) merupakan jenis waste yang paling dominan pada stasiun sortasi dan sterilizer, dengan waktu pemborosan sebesar 35 menit dan 45 menit. Faktorfaktor yang menyebabkan waste tersebut antara lain kurangnya tenaga kerja, kurangnya perhatian terhadap jobdesk oleh tenaga kerja, dan kekurangan alat sterilizer yang memadai. Untuk melakukan perbaikan proses produksi, diperlukan kebijakan yang melibatkan Future Value Stream Mapping guna meminimalkan waste yang terjadi. Selain itu, penambahan tenaga kerja, peningkatan kapasitas dan jumlah alat sterilizer, serta memberikan arahan yang intensif kepada operator stasiun sortasi dan sterilizer menjadi langkah-langkah penting dalam mencapai proses produksi yang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Damanik et al. (2018) yang juga menggunakan metode VSM dalam mengurangi pemborosan waktu pada proses produksi. Dengan menerapkan langkah-langkah perbaikan yang disarankan, diharapkan CV. Tanindo Sejati dapat mencapai target produksi yang telah ditetapkan dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi proses produksi. Kata kunci: waktu pemborosan, stasiun sortasi, sterilizer, Value Stream Mapping (VSM), Failure Mode Effect and Analysis (FMEA)